Monday, June 18, 2012

Balada Bert van Marwijk

credit to Soccer Memes
Final piala dunia 2010 adalah pencapaian yang mengesankan bagi Belanda, momen itu menjadikan timnas Belanda difavoritkan untuk berbicara banyak di EURO 2012. Selain itu hasil gemilang di babak kualifikasi berhadiah satu tiket ke Polandia-Ukraina dan juga kontrak baru bagi BvW hingga 2016. Dengan skuad yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan Piala Dunia 2010 kecuali pensiunnya Giovanni van Bronckhorst dan diganti dengan anak muda Jetro Willems yang kelihatannya hanya mengerti tombol bulat jika bermain Pro Evolution Soccer.

Bert van Marwijk, pelatih paling tidak Belanda yang pernah dimiliki Belanda (bahkan Rusia bermain lebih Belanda dari Belanda). Dengan keyakinan penuh pada strategi pragmatis seperti keyakinan masyarakat dulu bahwa bumi itu datar. Mengkhianati filsosofi sepak bola Belanda ala Rinus Michels dan Johan Cruyff.

BvW doyan memainkan dua orang 'jagal' di lini tengah, karena bek Belanda tidak terlalu bagus tentu saja. Di pertandingan pertama, hal ini saya rasa berlebihan, melawan Denmark yang hanya bertahan memasang dua'jagal' tentu sebuah hal mubazir jika mengingat Belanda masih memiliki seorang Rafael van der Vaart di bangku cadangan. Mark van Bommel terlihat sebagai menantu baik-baik di pertandingan pertama ditambah kungfu aliran DeJongLin tidak dapat keluar. Anda juga tidak boleh melupakan 'Robben being Robben ; shoot when he can't pass when he doesn't need to".

Pada pertandingan kedua, BvW menggunakan strategi yang sama. Dapat dimaklumi karena lawan mereka adalah Jerman, tapi hal yang sama kembali terulang, van Bommel masih menjadi menantu yang baik dan aliran DeJongLin kembali tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik membiarkan Scweini menari-nari di lapangan tengah mengorkestrasi armada Jogi Low dan mengirim dua through pass dari planet lain ke Mario Gomez yang telah selesai dengan 'Fernando Torres impersonation'nya di final DFB Pokal dan final UCL.

melawan Portugal, Belanda butuh kemenangan, namun di sebelum pertandingan ada statement bahwa pemain Belanda terlalu egois; dari mulut Arjen Robben (Bitch please!!??). BvM yang mungkin sudah galau memutuskan menjadikan van der Vaart dan kemudian terbukti VdV mampu menjaga asa Belanda dengan sebuah gol cepat di awal pertandingan. namun tidak ada holding midfielder kali ini membuat Raul Meireles dkk sangat leluasa di tengah dan berakhir dengan CR7 yang juga selesai dengan Fernando Torres Impersonation di pertandingan melawan Denmark. Poor you BvM.

Belanda tersingkir dengan mendapat angka nol keramat, nihil. Mereka tidak dapat memenangkan satu pertandingan pun. Mungkin lini belakang yang buruk atau kesalahan penempatan strategi holding midfielder atau mungkin juga strategi pragmatis saat anda mempunyai salah satu skuad paling kreatif di dunia dan juga dua top scorer dari salah dua liga terbesar di dunia. KNVB menanti pertanggungjawaban BvM, apakah memutus kontraknya dengan kompensasi besar atau mengembalikan Belanda ke 'Fitrah'nya. Belanda hanya mendapat kepala Arjen Robben EURO ini, nol.

No comments:

Post a Comment