“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.” Tan Malaka
Banyak pemuda di Indonesia saat ini yang masih memiliki mindset pesimistis terhadap apa yang bisa mereka lakukan. Bisa apa saya? Saya kan Cuma mahasiswa biasa? Adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering terlontar jika mereka ditanya tentang apa yang bisa mereka berikan kepada negara. Wajar memang pertanyaan mereka, tapi sungguh kurang bijaksana apabila mereka menganggap mereka tidak bisa berkontribusi nyata kepada bangsa ini.
Apa yang membedakan kita, generasi muda, dengan generasi para orang tua yang menguasai negeri ini sekarang ini. Idealisme, ya sebagai generasi muda kita masih memiliki idealisme yang membuat kita memperjuangkan apa yang ideal bagi kita. Yang menjadi pertanyaan apakah kita dapat mempertahankan idealisme kita? Anggota dewan, menteri, dan orang-orang di pemerintahan dulunya juga mungkin memiliki idealisme yang sama pada masa mudanya. Namun, lama kelamaan idealisme tersebut luntur dimakan sistem, dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan yang berkembang karena terkadang pilihannya hanya mengikuti arus atau melawan dan menjadi bukan siapa-siapa.
Lalu, apakah yang bisa kita capai dengan predikat sebagai seorang mahasiswa? Sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk menjalankan peran dari mahasiswa itu sendiri. Yang pertama adalah sebagai agent of change, kita harus mampu menciptakan sebuah perubahan yang dapat memberikan manfaat. Tidak perlu muluk-muluk perubahan dapat dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang paling kecil. Syukur-syukur dapat meinginisiasi perubahan yang lebih besar misalnya melalui lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa. Setelah itu peran selanjutnya adalah sebagai iron stock, guardian of value, dan Social control.
Kita sebagai generasi muda di sini diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Karena pancasila saat ini sering dipandang tidak lagi bisa menjawab segala tantangan perubahan jaman meskipun sesungguhnya nilai-nilai pancasila masih relevan untuk digunakan hingga saat ini.
Sekarang pemuda Indonesia harus bergerak sesuai dengan kepentingan bangsanya. Pemuda harus mau mempelajari subjek-subjek vital dalam kelangsungan negara ini ke depannya. Di era modern seperti ini pemuda Indonesia dituntut untuk memahami ilmu-ilmu dasar dalam politik, ekonomi, dan juga hukum. Pemuda juga dituntut memiliki toleransi terhadap perbedaan mengingat masalah yang ada di Indonesia.
Kita sebagai pemuda dituntut untuk menciptakan perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kita harus bisa menjadi pemimpin yang lebih baik untuk generasi di bawah kita. Kita juga dapat memberikan kontribusi kepada negara mulai sekarang. Bagaimana? Ya pertama kita harus mengetahui di mana passion kita untuk membangun negara ini. Saya memiliki passion di bidang teknologi energi sehingga saya melanjutkan studi di jurusan teknik nuklir untuk mewujudkan kedaulatan energi di Indonesia. Masih banyak cara untuk membangun bangsa ini ya seperti ada seribu satu jalan menuju Roma. Dan di akhir tulisan ini saya ingin mengutip kata-kata Pram yang berbunyi :
“bukankah tidak ada yang lebih suci bagi seorang pemuda daripada membela kepentingan bangsanya?”
No comments:
Post a Comment