Wednesday, June 26, 2013

Selamat Ulang Tahun,

Mungkin kamu bertanya-tanya saat ini, mengapa aku mengirim ucapan selamat ulang tahun tanpa ada ucapan di dalamnya. Tidak apa, aku memang sengaja. Aku sengaja tidak menuliskan apapun setelah kata 'semoga' agar kamu bisa mengisi sendiri apa yang menjadi keinginanmu. Aku tak mau jadi orang yang sok tahu, yang memprediksi apa yang nanti akan membuatmu bahagia, dan apa yang membuatmu bersedih. Aku juga tak tahu apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu butuhkan, siapalah artiku bagimu? Jadi aku biarkan ucapan ini kosong setelah kata 'semoga' supaya aku tidak perlu berprasangka, kamu hanya tinggal menulisnya, dan aku bisa mengamininya.

Aku pun berpikir kenapa aku tidak mengucapkan "Semoga kamu selalu bahagia." Ah, kamu pernah bilang sesuatu itu menjadi berharga karena memiliki batas-batasnya, bukankah kata selamanya terkesan menjemukan dan memuakkan. Aku yakin kata selamanya pun memiliki batas. Ketidakbahagiaan bukan sesuatu yang kamu inginkan, tapi bagimu itu sesuatu yang paling kamu butuhkan untuk semakin memaknai arti sederhana dari kata bahagia.

"Tapi, kenapa kamu tidak mengucapkan semoga panjang umur?"

Pada akhirnya kita pasti bersentuhan dengan kematian. Umur panjang? bahwa umur panjang tidak bisa menjadi jaminan kebahagiaan bagi seseorang. Ada orang yang menganggap umur panjang hanya akan bersentuhan dengan kesepian. Tapi hidup singkat pun tak menjamin hidupnya bisa menjadi berguna dan bermanfaat dengan orang lain. Kamu lebih suka menyempurnakan setiap harimu, mengisi setiap momen di hidupmu, bukan demi masa lalu.

"Kenapa tidak mendoakan impiannya tercapai?"

Karena aku tahu, di dunia ini ada hal-hal tertentu yang dibiarkan terus menggantung, seperti embun di pucuk daun. Semua itu agar kamu senantiasa berupaya dan berdoa untuk mencoba meraihnya, lalu bersyukur karenanya. Sederhana..

Oh satu lagi, aku tidak tahu apakah harus berdoa semoga kamu cepat dewasa. Aku masih tidak tahu apakah kita orang-orang yang dituntut menjadi dewasa, atau memutuskan untuk belajar menjadi dewasa. Entahlah, biarlah waktu yang menentukan, atau kamu mau menjawabnya sekarang?

Jadi aku biarkan kata 'semoga' itu kosong. Agar kamu bisa mengisinya dengan sesuatu yang kamu anggap baik, dan apa yang menurut Tuhan baik. Percayalah, Tuhan punya caranya sendiri untuk memberimu apa yang menurutnya baik dan yang membuatmu jadi lebih baik. Dan tenanglah, kamu tidak perlu memikirkan apa yang menjadi keputusan Tuhan. Maka berjalanlah sesukamu, berlarilah ke manapun kamu mau, tapi jangan lupa untuk berhenti pada satu waktu. 

:)

No comments:

Post a Comment